Ki Hajar Dewantara merupakan tokoh pendidikan Indonesia. Ki Hajar Dewantara pertama kali mencetuskan Pendidikan Nasional bagi pribumi Indonesia. Ki Hajar Dewantara menyoroti secara nasional (global) keadaan pendidikan bangsa Indonesia. Pendidikan nasional lahir dari rasa kemerdekaan,kemerdekaan berarti memahami batasan-batasan/manusia paham dengam batasannya. Kemerdekaan mempunyai 3 macam sifat yaitu.
1) Berdiri sendiri ( tahu potensinya sendiri)2) Tidak bergantung pada orang lain
3) Dapat mengatur dirinya sendiri
Pendidikan merupakan hak semua warga negara , tidak membedakan jenis kelamin (laki-laki dan perempuan). Pendidikan nasional menurut Ki Hajar Dewantara adalah pendidikan yang selaras dengan penghidupan bangsa. Kalau pendidikan anak-anak tidak berdasarkan kenasionalan, sudah tentu anak-anak kita tidak akan mengetahui keperluan kita, lahir maupun batin. Disamping itu anak-anak tidak mungkin memiliki rasa cinta terhadap bangsa dan Negara.
Filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara menempatkan kemerdekaan sebagai
syarat dan juga tujuan membentuk kepribadian dan kemerdekaan batin bangsa
Indonesia agar peserta didik selalu kokoh berdiri membela perjuangan bangsanya. Karena kemerdekaan menjadi tujuan pelaksanaan pendidikan, maka sistim
pengajaran haruslah berfaedah bagi pembangunan jiwa dan raga bangsa. Untuk itu,
di mata Ki Hajar Dewantara, bahan-bahan pengajaran harus disesuaikan dengan
kebutuhan hidup rakyat.
Bagi Ki Hajar Dewantara, pendidikan tidak boleh dimaknai sebagai paksaan;
kita harus mengunakan dasar tertib dan damai, tata tentram dan kelangsungan
kehidupan batin, kecintaan pada tanah air menjadi prioritas. Karena
ketetapan pikiran dan batin itulah yang akan menentukan kualitas seseorang. Memajukan pertumbuhan budi pekerti- pikiran merupakan satu kesatuan yang
tidak dapat terpisahkan, agar pendidikan dapat memajukan kesempurnaan hidup.
Yakni: kehidupan yang selaras dengan perkembangan dunia. Tanpa meninggalkan
jiwa kebangsaan.
Dunia terus mengalami perkembangan, pergaulan hidup antar satu bangsa
dengan bangsa lainnya tidak dapat terhindarkan. Pengaruh kebudayaan dari luar
semakin mungkin untuk masuk berakulturasi dengan kebudayaan nasional. Oleh
karena itu, seperti dianjurkan Ki Hajar Dewantara, haruslah kita memilih mana
yang baik untuk menambah kemulian hidup dan mana kebudayaan luar yang akan
merusak jiwa rakyat Indonesia dengan selalu mengingat: semua kemajuan
dilapangan ilmu pengetahuan harus terorientasikan dalam pembangunan martabat
bangsa.
LINK YANG TERKAIT KELAS 7A :
- 15120007 Ismaul Amalia
- 15120010 Atik Budiarti
- 15120013 Dhimas Oeka
- 15120016 Neneng Zuliasih
- 15120018 Mahmudi
- 15120020 Eko Nur Fatoni
- 15120023 Bayu Saputro
- 15120024 Abdul Ghofar
- 15120029 Feby Dwi A
- 15120033 Intan Nur Fathika
- 15120039 Martiya Zulfa R
- 15120040 Nur Tri Atika
- 15120042 Susilo Bayu M
- 15120212 Sukma Rudi N
- 15120218 Ibnu Masud A
- 15120219 Riskha Khoirul U
- 15120285 Dewi Kridayanti
- 15120322 Fadila Nurfi Ardina
- 15120334 Ahmad Haris H
- 15120364 Dyah Saraswati
- 15120481 Hadiah hana putri
- 15120382 Bagas Panur P
- 15120389 Lina Muntasiroh
- 15120405 Nailul Fauzziyah
- 15120441 Devi Endah P
- 15120447 Anisa Rona S
- 15120450 Meiyani Lutfil K
- 15120497 Nurroh Difallah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar