Pola Pikir
Manusia disebut sebagai makhluk berpikir. Tiada ciptaan lain yang dapat mengungguli kita dalam kapasitas ini. Pola pikir masing-masing kita sejatinya sangat tergantung kapasitas pengetahuan masing-masing individu. Pola pikir dapat dikatakan seperti skema yang berarti rangka-rangka atau rancangan. Manusia berpikir dengan merangkai atau membuat skema langkah demi langkah untuk menjadi pedoman dalam menentukan atau melakukan sesuatu hal. Bila kita memperhatikan ucapan, tindakan, kebiasaan, sikap dan bahasa tubuh kita sehari-hari ini merupakan produk dari pola pikir yang telah terbentuk dalam diri kita. Apa yang tidak kelihatan dari diri kita, yaitu pola pikir, dipantulkan dalam bentuk kata-kata, tindakan, bahasa tubuh atau emosi. Ini tidak selalu dapat ditutupi. Dalam situasi-situasi tertentu, kita dapat menyembunyikan siapa diri kita.
Manusia sejatinya memiliki kedudukan sejajar atau saling. Yang mana manusia saling bergantungan dengan manusia lainnya. Dalam berpikir manusia mencari peristiwa-peristiwa penting dalam hidup, kehidupan dan penghidupan. Dalam Bahasa Jawa disebut dengan istilah “ Urip, Kauripan dan Panguripan”. Masing-masing istilah tersebut hampir sama namun memiliki makna yang berbeda-beda.
Pertama, kata “urip” berarti hidup, yang mempunyai makna secara ruh berwujud dan terlihat. Manusia di dunia ini akan menemui yang namanya hidup. Rata-rata umur manusia Indonesia sekarang ini adalah dikisaran 60 sd 70 tahun. Mari kita sama-sama hitung, usia kita saat ini. Coba anda perkirakan sampai usia berapa kita akan hidup? Masih berapa lamakah usia kita? Dalam hidup yang sudah kita jalani ini, sudah bermanfaatkan untuk diri sendiri, keluarga dan orang lain? inilah makna hidup dimana kita telah menjalaninya dan akan menjalaninya sampai dengan kita meninggal dunia. Hidup adalah benda yang diberikan nyawa oleh Tuhan sehingga mampu bergerak,atau benda yang diberi mesin oleh manusia sehingga juga bisa bergerak.,dengan diberi tanda on/off. jadi hidup adalah hanya bisa bergerak,tanpa bisa berkreasi sendiri,ketergantungan dengan tanda “on/of” yang tidak mempunyai kemauan untuk berkembang.
Kedua, kata “kauripan” berarti kehidupan, yang didalamnya terkandung nilai-nilai kehidupan. kehidupan artinya,lebih majemuk dibandingkan dengan hidup ,berwarna-warni dengan berbagai macam keinginan,kemauan,ambisi ,emosi dan lain lainya sehingga timbul persoalan atau permasalahan, dari masing masing individu ,klompok dan komunitas yang digabung sehingga menjadi persolan yang lebih luas, ini menimbulkan suatu tantang untuk ingin menaklukkan untuk kepuasan batin dan meningkatkan nilai tambah .
Ketiga, kata “panguripan” berarti penghidupan, yang didalamnya terkandung materi-materi hidup dan kehidupan. Untuk menjalani hidup ini kita butuh yang namanya penghidupan atau sesuatu yang dikerjakan oleh kita supaya menghasilkan sesuatu (gaji, uang, makanan) yang digunakan untuk hidup kita. Penghidupan banyak sekali yang bisa kita lakukan seperti profesi guru, dokter, pegawai bank, wiraswasta ataupun harus merantau keluar negeri untuk mencari Penghidupan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar