Kamis, 27 September 2018

Filsafat Pendidikan

     Filsafat merupakan ilmu yang mempelajari suatu hal yang mendasar dan mendalam.  Dalam filsafat pendidikan akan membahas mengenai pendidikan yang mendasar dan mendalam. Filsafat pendidikan mempunyai objek material yaitu manusia, karena yang mendidik adalah manusia dan yang di didik juga manusia.  Manusia merupakan makhluk yang paling sempurna karena mempunyai keistimewaan dengan diberikannya akal untuk berpikir. Akal digunakan untuk membedakan suatu hal yang salah dan benar. Namun karena kemampuan manusia dalam menyerap pengalaman dan pendidikan tidak sama,  maka kemampuan akal manusia tiap individu juga berbeda. Selain akal, manusia juga dibekali dengan hati nurani. Hati nurani ini bekerja sama dengan akal ketika merealisasikan nafsu dalam rangka menjadikan manusia itu lebih baik.
         Nafsu,hati dan akal adalah tiga unsur penting yang sangat memengaruhi yingkatan manusia.  Ya, hanya memengaruhi tingkatan pada manusia,  tidak pada makhluk lain,  seperti hewan dan tumbuhan contohnya.  Tingkatan manusia yang dimaksud disini, misal jika nafsu, hati dan akal manusia seimbang, maka manusia menjadi lebih mulia,  tetapi jika nafsu yang lebih dominan maka manusia lebih hina dari seekor binatang. 
          Hewan hanya diliputi hati dan nafsu yanglebih dominan. Hewan tidak dapat berpikir bebas, tidak memiliki akal. Contoh, hewan tidak berpikir tentang masa depan mereka dan lain-lain. Yang mereka pikirkan hanya yang mereka butuhkan saat itu, seperti makan, berkembangbiak dll. Selain hewan tumbuhan juga tidak dapat berpikir, nafsunya pun tidak dominan, mungkin hati tumbuhanlah yang lebih dominan. Berbicara tentang akal, akal merupakan anugerah Tuhan untuk berpikir secara luas dan bebas dengan disertai nurani. Maka dari itu saya dapat menyimpulkan bahwa hewan dan tumbuhan tidak memiliki akal. Manusia dengan anugerah akal yang diberikan Tuhan harusnya memaknai akal itu sendiri. 
    Hati juga sangat diperlukan agar manusia tidak terlena dalam berpikir dan dipermainkan oleh akal dan logika manusia itu sendiri. Jika manusia tidak menggunakan hati dalam berpikir, maka manusia akan terlena dalam berpikir dandipermainkan oleh akal dan logika manusia itu sendiri sehingga manusia terkekang dalam nafsu. Maka hati sangat penting karena hati sebagai penyeimbang akal dan nafsu agar manusia menjadi manusia yang hakiki.
             Nafsu, akal dan hati salng berhubungan erat dan tidak bisa dipisahkan. Menurut saya toleransi beragama merupakan salah satu hasil dari implementasi nafsu, akal dan hati.  Saling menghargai, tidak mudah mengkafirkan, dan tidak mnyalahkan sesama manusia meskipun berbeda agama.
          

 List blog filsafat kelas 7A
1. Nuroh difallah
2. FadilaNurfi A 15120322
3. Ismaul Amalia 15120007
4. Ahmad Haris Hidayat 15120334
5. Dhimas Oeka
6.Bagas Panur Permana 15120382.
7. Dewi Krisdiyanti
8. Eko Nur Fatoni/15120020
9. Atik Budiarti 15120010.
10. Khafidzoh Asfihani 15120008
11. Nailul Fauzziyah 15120405 
12. Ibnu masud 15120218 
13. Riskha Khoirul Ulya 15120219 
14. Mahmudi 
15. Nur Tri Atika (15120040)
16.feby dwi angrainy 15120029 
17. Martiya zulfa risty 15120039
18. Intan Nur Fatikha Mulya 15120033 
19. Sukma Rudi Nugroho 15120212 
20. Neneng Zuliasih 15120016
21. Susilo bayu m.
22. Meiyani Lutfil Khoiriyah 15120450
23. Lina muntasiroh
24. Dyah Saraswati 15120364 
25.hadiah hana putri 15120481
26. Anisa Rona Soraya 15120447 
27. Bayu Saputro 15120023
28. Abdul Ghofar
29. Devi Endah Prastiwi 15120441 

Pola Pikir    Manusia disebut sebagai makhluk berpikir. Tiada ciptaan lain yang dapat mengungguli kita dalam kapasitas ini. Pola pikir ma...