Kamis, 06 Desember 2018

Pola Pikir
   Manusia disebut sebagai makhluk berpikir. Tiada ciptaan lain yang dapat mengungguli kita dalam kapasitas ini. Pola pikir masing-masing kita sejatinya sangat tergantung kapasitas pengetahuan masing-masing individu. Pola pikir dapat dikatakan seperti skema yang berarti rangka-rangka atau rancangan. Manusia berpikir dengan merangkai atau membuat skema langkah demi langkah untuk menjadi pedoman dalam menentukan atau melakukan sesuatu hal. Bila kita memperhatikan ucapan, tindakan, kebiasaan, sikap dan bahasa tubuh kita sehari-hari ini merupakan produk dari pola pikir yang telah terbentuk dalam diri kita. Apa yang tidak kelihatan dari diri kita, yaitu pola pikir, dipantulkan dalam bentuk kata-kata, tindakan, bahasa tubuh atau emosi. Ini tidak selalu dapat ditutupi. Dalam situasi-situasi tertentu, kita dapat menyembunyikan siapa diri kita. 
        Manusia sejatinya memiliki kedudukan sejajar atau saling. Yang mana manusia saling bergantungan dengan manusia lainnya. Dalam berpikir manusia mencari peristiwa-peristiwa penting dalam hidup, kehidupan dan penghidupan. Dalam Bahasa Jawa disebut dengan istilah “ Urip, Kauripan dan Panguripan”. Masing-masing istilah tersebut hampir sama namun memiliki makna yang berbeda-beda. 
       Pertama, kata “urip” berarti hidup, yang mempunyai makna secara ruh berwujud dan terlihat. Manusia di dunia ini akan menemui yang namanya hidup. Rata-rata umur manusia Indonesia sekarang ini adalah dikisaran 60 sd 70 tahun. Mari kita sama-sama hitung, usia kita saat ini. Coba anda perkirakan sampai usia berapa kita akan hidup? Masih berapa lamakah usia kita? Dalam hidup yang sudah kita jalani ini, sudah bermanfaatkan untuk diri sendiri, keluarga dan orang lain? inilah makna hidup dimana kita telah menjalaninya dan akan menjalaninya sampai dengan kita meninggal dunia. Hidup adalah benda yang diberikan nyawa  oleh Tuhan sehingga mampu bergerak,atau benda yang  diberi mesin oleh manusia sehingga juga bisa bergerak.,dengan diberi tanda on/off. jadi hidup adalah hanya bisa bergerak,tanpa bisa berkreasi sendiri,ketergantungan dengan tanda “on/of” yang tidak mempunyai kemauan untuk berkembang.
   Kedua, kata “kauripan” berarti kehidupan, yang didalamnya terkandung nilai-nilai kehidupan. kehidupan artinya,lebih majemuk dibandingkan dengan hidup ,berwarna-warni dengan berbagai macam keinginan,kemauan,ambisi ,emosi dan lain lainya sehingga timbul persoalan atau permasalahan, dari masing masing individu ,klompok dan komunitas yang digabung sehingga menjadi persolan yang lebih luas, ini menimbulkan suatu tantang untuk ingin menaklukkan untuk kepuasan batin dan meningkatkan nilai tambah .
   Ketiga, kata “panguripan” berarti penghidupan, yang didalamnya terkandung materi-materi hidup dan kehidupan.  Untuk menjalani hidup ini kita butuh yang namanya penghidupan atau sesuatu yang dikerjakan oleh kita supaya menghasilkan sesuatu (gaji, uang, makanan) yang digunakan untuk hidup kita. Penghidupan banyak sekali yang bisa kita lakukan seperti profesi guru, dokter, pegawai bank, wiraswasta ataupun harus merantau keluar negeri untuk mencari Penghidupan.

Kamis, 29 November 2018


       Dalam perkuliahan Filsafat Pendidikan pada hari selasa tanggal 27 November 2018 oleh Bapak Moh Aniq KHB, M.Hum , Beliau membahas tentang “ karya tulisan atau teks yang masih tetap ada walaupun penulisnya sudah mati”. Hal itu dimaksudkan bahwa karya seseorang akan tetap hidup sepanjang masa walaupun penulis sudah meninggal dunia. Karyanya masih dapat dinikmati dan bermanfaat bagi orang lain. Oleh karena itu, seorang penulis disadari maupun tidak telah menjadi orang yang bermanfaat bagi sesame, sehingga menulis merupakan ladang beramal yang tiada habisnya
      Akan tetapi karya teks manusia berbeda dengan Al-Quran yang mana penciptanya adalah Allah SWT yang mana beliau tidak dapat dikatakan mati. Al-Quran merupakan wahyu yang diturunkan dari Tuhan. Dari hal tersebut terdapat perbedaan dari karya hasil manusia dan karya Tuhan yang tidak dapat di samakan.
        Filsafat menghasilkan pola pikiir untuk menjadi dasar dalam berpikir. Seperti contoh komunisme PKI dan G30S yang dianggap masyarakat memiliki pengertian yang sama padahal berbeda. Jika PKI itu berkenaan dengan Partai sedangkan G30S PKI berkenaan dengan militer, ABRI,Soeharto dan Soekarno Manusia sebagai penciptaan awal sebagai naluriah tidak dapat mengelak. Sebagai contoh kamu sedang menyukai K-POP yang secara otomatis kamu akan meniru gaya penampilanya dsb, tetapi tidak dapat dibohongi dengan nalurinya jati diri orang jawa. 
     Manusia sebagai ciptaan awal dilihat dari.  segi Psikis, Mentalitas dan Kewarasan. Perkembangan psikis merupakan perkembangan pada segi emosi, sifat-sifat maupun tingkah laku. Perkembangan psikis dipengaruhi oleh factor keluarga maupun lingkungan. Selanjutnya hal ke-2 dari manusia sebagai ciptaan awal dilihat dari segi mentalitas, mentalitas merupakan sikap atau keberanian seseorang dalam melakukan suatu tiindakan atau perilaku dengan penuh keseriusan , penuh optimis dan penuh kepercayaan atau bias dikatakan mentalitas sebagai keadaan jiwa seseorang. Kemudian hal ke-3 yaitu tentang kewarasan, kewarasan merupakan merupakan kesehatan jasmani dan rohani seseorang dalam melakukan sesuatu hal.
   Timbul pertanyaan “jika manusia bersholawat menyebut nama Nabi Muhammad SAW, tetapi bagaimana jika Nabi Muhammad bersholawat, apakah beliau memanggil namanya sendiri atau bersholat kepada dirinya sendiri?”. Bersholawat itu memiliki 2 pemikiran yaitu bersholawat dengan nabi Muhammad atau bersholawat dengan sebuah nama Muhammad. Jadi tidak masalah jika nabi Muhammad bersholawat dengan menyebut dirinya sendiri karena itu simbol bahwa beliau mengakui  dirinya adalah seorang Nabi utusan dari Allah SWT. 

Kamis, 01 November 2018

Pendidikan dan Pengajaran


         
           Dalam dunia pendidikan sudah tidak asing lagi akan adanya istilah pendidikan dan pengajaran. Dua istilah tersebut saling berkaitan satu sama lain. Keduanya mempunyai peran masing-masing untuk mencapai sebuah tujuan pembelajaran.  Mendidik anak itu sama dengan mendidik masyarakat karena anak itu bagian dari masyarakat. Mendidik anak berarti mempersiapkan masa depan anak untuk berkehidupan lebih baik, demikian pula dengan mendidik masyarakat berarti mendidik bangsa . Dalam hal ini, Ki Hadjar membedakan antara Pengajaran dan Pendidikan
           Pendidikan merupakan tuntunan, ilmu atau pengayoman yang mengayomi kehidupan manusia. Menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan adalah suatu hal atau upaya dan daya terus menerus untuk bertumbuhnya budi pekerti, dan bertumbuhnya intelektual serta bertumbuhnya raga. Melalui Pendidikan, seseorang akan belajar untuk berinteraksi dengan lingkungan yang berarti mengambil peluang dan membuat peluang, sehingga dapat diartikan sebagai sebuah perubahan. Dalam proses Pendidikan terjadi proses perkembangan yang membantu anak berkembang secara optimal, yaitu berkembang sesuai dengan potensi dan ssstem nilai yang dianut anak. Pendidikan bukanlah sebuah proses memaksakan kehendak orang dewasa kepada anak melainkan upaya menciptakan kondisi yang kondusif bagi perkembangan anak, yaitu memberikan kemudahan bagi anak untuk mengembangkan dirinya. Ini berarti bahwa dalam Pendidikan, anak aktif mengembangkan diri dan guru membantu menciptakan kemudahan untuk itu. Dengan demikian, Pendidikan adalah proses aktif dilakukan sendiri oleh individu Karena ada suasana yang mendorong dan memberikan kemudahan bagi perkembangan dirinya.
         Pengajaran merupakan bagian dari pendidikan yang memberi cara dalam memberikan ilmu atau pengetahuan seperti dalam menyusun pembelajaran dan perangkat pembelajaran. Dapat dikatakan pula pengajaran merupakan pendidikan dengan cara memberi ilmu atau pengetahuan, serta juga memberikan keterampilan kecakapan kepada anak-anak yang keduanya dapat memberikan manfaat bagi anak-anak baik secara lahir maupun batin. Sedangkan Pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, sebagai manusia, dan sebagai masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.
       Melihat uraian diatas, kita dapat menangkap pemikiran Ki Hajar Dewantara mengenai Pendidikan yakni upaya yang konkret untuk memerdekakan manusia secara utuh dan penuh. Menurut beliau, Pendidikan merupakan salah satu pintu masuk untuk mewujudkan manusia yang merdeka. Baik bemerdekaan lahiriah maupun batiniah manusia, baik sebagai makhluk individual maupun sebagai anggota masyarakat dan warga dunia.



Link tugas filsafat ke 4 :
2. 15120007 Ismaul Amalia
4. 15120040 Nur Tri Atika
https://nurtriatika.blogspot.com/2018/11/pendidikan-dan-pengajaran-ki-hajar.html?m=1                                                                 5. Nuroh Difallah 15120497 https://nurohdifallah15120497.blogspot.com/2018/11/pendidikan-dan-pengajaran.html
6. Dewi Krisdiyanti 15120285
7. Atik Budiarti 15120010 https://atikbudiarti31.blogspot.com/?m=1
8. Febydwiangrainy. 15120029 . https://febydwiangrainy.blogspot.com
9. Mahmudi 15120018
10.Abdul Ghofar 15120024
12 Devi Endah Prastiwi 15120441
14. Martiya zulfa risty (15120039)
19. Eko nur fatoni (15120020)
21. Hadiah hana putri 15120481http://15120481hana.blogspot.com/?m=1
23. Lina Muntasiroh
24. 15120008 Khafidzoh Asfihani
asfihani96.wordpress.com/2018/11/02/pendidikan-dan-pengajaran/

Kamis, 18 Oktober 2018

FILSAFAT PENDIDIKAN

Mengatur diri

        Sejatinya manusia bisa mengatur diri sendiri tetapi belum teratur. Contohnya seperti sebuah segitiga tidak beraturan, apakah memang segitiga itu tidak beraturan? Beraturan atau tidaknya hanya bisa dilihat dari masing-masing individu. Maka dari itu pandai-pandailah mengolah diri sendiri karena yang dapat mengetahui kadar kemampuan adalah diri kita sendiri. Seperti contoh manusia dapat mengatur pola makannya sendiri akan tetapi tidak tentu mencukupi kebutuhan makanan yang dibutuhkan. seperti manusia dapat makan sehari 1x namun dalam aturan seharusnya dianjurkan makan 3x dalam sehari. Kita dapat bebas  memilih pilihan kita sendiri dengan apa yang kita mau.
         Bahasa jawa memilikI bahasa yang unik dan  beragam yang mempunyai banyak istilah yang berbeda dengan bahasa Indonesia. Seperti contoh kata "sakit perut" , dalam bahasa indonesia hanya dapat dijumpai kata sakit perut berbeda dengan bahasa jawa yang mendeskripsikan sakit perut menjadi berbagai macam istilah seperti "suduk'en, begah, sebah, senep bahkan mules" . Kemudian timbul pertanyaan apakah mules itu penyakit?. Mules bukan merupakan penyakit melainkan efek dari apa yang kita makan seperti cabai, cuka merica atau makan-makanan yang pedas yang dapat menyebabkan mules. Orang indonesia kebanyakan tidak paham akan banyaknya obat yang dapat digunakan untuk kesehatan tubuh. Seperti rempah-rempah yang setiap hari kita makan yang terkandung dalam bumbu-bumbu makanan yang mengandung banyak khasiat bagi kesehatan tubuh.
          Selain manusia, Tuhan juga menciptakan iblis yang mempunyai arti "putus asa". Suatu ketika Allah menciptakan Nabi Adam dan ketika Allah meminta semua malaikat mnyembah Nabi Adam namun ada satu yang tidak mau menyembah Nabi Adam yaitu Azazil (Iblis) . Azazil tidak mau menyembah Nabi Adam yang diciptakan dengan tanah dengan alasan Azazil lebih tinggi derajatnya karena diciptakan dari api. Sejak saat itu Azazil berjanji akan menggoda keturunan Nabi Adam kecuali orang-orang yang benar bertaqwa kepada Allah. 
         Pendidikan karakter sendiri mempunyai batasan-batasan yang formal. Menurut Ki Hajar Dewantara, wujud kesadaran diri manusia yaitu sebagai manusia yang benar-benar manusia. Karena sejatinya manusia adalah sebagai Titah Tuhan. Tuhan mempunyai sifat kasih sayang dan manusia juga mempunyai sifat kasih sayang.namun sifat kasih sayang, namun sifat kasih sayang berbeda denga Tuhan.  Berbicara tentang ilmu, ilmunya Allah melahirkan kenyataan. Allah yang menciptakan ilmu.
        Kemudian ada pertanyaan,  mengapa ada seseorang dipanggil dengan sebutan "Kyai,Syekh, Tengku,Ustadz dan Habib" dan panggilan lainnya , dikarenakan mereka dipanggil berdasarkan tingkatan strata ilmu. Pada zaman dahulu sebutan "Syekh" karena usianya yang sudah tua atau sesepuh dan perlu dihormati oleh orang yang lebih muda.

List yang terkait kelas 7A

1. Ismaul Amalia (15120007)
2.Devi Endah Prastiwi 15120441
3. Nur tri atika (15120040) 
4. Meiyani Lutfil Khoiriyah 15120450 
5. Martiya Zulfa Risty (15120039)
6. Anisa Rona Soraya 15120447
7. Dewi Krisdiyanti
8. Nailul Fauzziyah (15120405)
9. Dyah Saraswati (15120364)
10. Atik Budiarti 15120010
11. Ibnu Mas’ud (15120218)
12.Fadila Nurfi A (15120322)
13. Khafidzoh Asfihani 15120008 
14. Susilo bayu.
15. Sukma Rudi Nugroho 
16. Intan Nur Fatikha Mulya. 
17.febydwiangrainy.
18. Hadiah hana putri 15120471 
19. Riskha Khoirul Ulya 15120219
21. Neneng Zuliasih 15120016
22. nurroh difalah
23. lina muntasiroh
24. Ahmad Haris Hidayat 15120334 
25. Eko nur fatoni/15120020.
26.Bagas Panur.p

Kamis, 04 Oktober 2018

Filsafat Pendidikan

          Ki Hajar Dewantara merupakan tokoh pendidikan Indonesia.  Ki Hajar Dewantara pertama kali mencetuskan Pendidikan Nasional bagi pribumi Indonesia. Ki Hajar Dewantara menyoroti secara nasional (global)  keadaan pendidikan bangsa Indonesia.  Pendidikan nasional lahir dari rasa kemerdekaan,kemerdekaan berarti memahami batasan-batasan/manusia paham dengam batasannya. Kemerdekaan mempunyai 3 macam sifat yaitu.
1) Berdiri sendiri ( tahu potensinya sendiri)
2) Tidak bergantung pada orang lain
3) Dapat mengatur dirinya sendiri
     Pendidikan merupakan hak semua warga negara , tidak membedakan jenis kelamin (laki-laki dan perempuan). Pendidikan nasional menurut Ki Hajar Dewantara adalah pendidikan yang selaras dengan penghidupan bangsa. Kalau pendidikan anak-anak tidak berdasarkan kenasionalan, sudah tentu anak-anak kita tidak akan mengetahui keperluan kita, lahir maupun batin. Disamping itu anak-anak tidak mungkin memiliki rasa cinta terhadap bangsa dan Negara.
     Filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara menempatkan kemerdekaan sebagai syarat dan juga tujuan membentuk kepribadian dan kemerdekaan batin bangsa Indonesia agar peserta didik selalu kokoh berdiri membela perjuangan bangsanya. Karena kemerdekaan menjadi tujuan pelaksanaan pendidikan, maka sistim pengajaran haruslah berfaedah bagi pembangunan jiwa dan raga bangsa. Untuk itu, di mata Ki Hajar Dewantara, bahan-bahan pengajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan hidup rakyat. 
     Bagi Ki Hajar Dewantara, pendidikan tidak boleh dimaknai sebagai paksaan; kita harus mengunakan dasar tertib dan damai, tata tentram dan kelangsungan kehidupan batin, kecintaan pada tanah air menjadi prioritas.  Karena ketetapan pikiran dan batin itulah yang akan menentukan kualitas seseorang. Memajukan pertumbuhan budi pekerti- pikiran merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan, agar pendidikan dapat memajukan kesempurnaan hidup. Yakni: kehidupan yang selaras dengan perkembangan dunia. Tanpa meninggalkan jiwa kebangsaan.
        Dunia terus mengalami perkembangan, pergaulan hidup antar satu bangsa dengan bangsa lainnya tidak dapat terhindarkan. Pengaruh kebudayaan dari luar semakin mungkin untuk masuk berakulturasi dengan kebudayaan nasional. Oleh karena itu, seperti dianjurkan Ki Hajar Dewantara, haruslah kita memilih mana yang baik untuk menambah kemulian hidup dan mana kebudayaan luar yang akan merusak jiwa rakyat Indonesia dengan selalu mengingat: semua kemajuan dilapangan ilmu pengetahuan harus terorientasikan dalam pembangunan martabat bangsa.




Kamis, 27 September 2018

Filsafat Pendidikan

     Filsafat merupakan ilmu yang mempelajari suatu hal yang mendasar dan mendalam.  Dalam filsafat pendidikan akan membahas mengenai pendidikan yang mendasar dan mendalam. Filsafat pendidikan mempunyai objek material yaitu manusia, karena yang mendidik adalah manusia dan yang di didik juga manusia.  Manusia merupakan makhluk yang paling sempurna karena mempunyai keistimewaan dengan diberikannya akal untuk berpikir. Akal digunakan untuk membedakan suatu hal yang salah dan benar. Namun karena kemampuan manusia dalam menyerap pengalaman dan pendidikan tidak sama,  maka kemampuan akal manusia tiap individu juga berbeda. Selain akal, manusia juga dibekali dengan hati nurani. Hati nurani ini bekerja sama dengan akal ketika merealisasikan nafsu dalam rangka menjadikan manusia itu lebih baik.
         Nafsu,hati dan akal adalah tiga unsur penting yang sangat memengaruhi yingkatan manusia.  Ya, hanya memengaruhi tingkatan pada manusia,  tidak pada makhluk lain,  seperti hewan dan tumbuhan contohnya.  Tingkatan manusia yang dimaksud disini, misal jika nafsu, hati dan akal manusia seimbang, maka manusia menjadi lebih mulia,  tetapi jika nafsu yang lebih dominan maka manusia lebih hina dari seekor binatang. 
          Hewan hanya diliputi hati dan nafsu yanglebih dominan. Hewan tidak dapat berpikir bebas, tidak memiliki akal. Contoh, hewan tidak berpikir tentang masa depan mereka dan lain-lain. Yang mereka pikirkan hanya yang mereka butuhkan saat itu, seperti makan, berkembangbiak dll. Selain hewan tumbuhan juga tidak dapat berpikir, nafsunya pun tidak dominan, mungkin hati tumbuhanlah yang lebih dominan. Berbicara tentang akal, akal merupakan anugerah Tuhan untuk berpikir secara luas dan bebas dengan disertai nurani. Maka dari itu saya dapat menyimpulkan bahwa hewan dan tumbuhan tidak memiliki akal. Manusia dengan anugerah akal yang diberikan Tuhan harusnya memaknai akal itu sendiri. 
    Hati juga sangat diperlukan agar manusia tidak terlena dalam berpikir dan dipermainkan oleh akal dan logika manusia itu sendiri. Jika manusia tidak menggunakan hati dalam berpikir, maka manusia akan terlena dalam berpikir dandipermainkan oleh akal dan logika manusia itu sendiri sehingga manusia terkekang dalam nafsu. Maka hati sangat penting karena hati sebagai penyeimbang akal dan nafsu agar manusia menjadi manusia yang hakiki.
             Nafsu, akal dan hati salng berhubungan erat dan tidak bisa dipisahkan. Menurut saya toleransi beragama merupakan salah satu hasil dari implementasi nafsu, akal dan hati.  Saling menghargai, tidak mudah mengkafirkan, dan tidak mnyalahkan sesama manusia meskipun berbeda agama.
          

 List blog filsafat kelas 7A
1. Nuroh difallah
2. FadilaNurfi A 15120322
3. Ismaul Amalia 15120007
4. Ahmad Haris Hidayat 15120334
5. Dhimas Oeka
6.Bagas Panur Permana 15120382.
7. Dewi Krisdiyanti
8. Eko Nur Fatoni/15120020
9. Atik Budiarti 15120010.
10. Khafidzoh Asfihani 15120008
11. Nailul Fauzziyah 15120405 
12. Ibnu masud 15120218 
13. Riskha Khoirul Ulya 15120219 
14. Mahmudi 
15. Nur Tri Atika (15120040)
16.feby dwi angrainy 15120029 
17. Martiya zulfa risty 15120039
18. Intan Nur Fatikha Mulya 15120033 
19. Sukma Rudi Nugroho 15120212 
20. Neneng Zuliasih 15120016
21. Susilo bayu m.
22. Meiyani Lutfil Khoiriyah 15120450
23. Lina muntasiroh
24. Dyah Saraswati 15120364 
25.hadiah hana putri 15120481
26. Anisa Rona Soraya 15120447 
27. Bayu Saputro 15120023
28. Abdul Ghofar
29. Devi Endah Prastiwi 15120441 

Pola Pikir    Manusia disebut sebagai makhluk berpikir. Tiada ciptaan lain yang dapat mengungguli kita dalam kapasitas ini. Pola pikir ma...